Bahas Terapan Metode Numerik dalam Pemodelan Matematika di Dunia Nyata, Program Studi Matematika ITERA Undang Profesor dari Jerman sebagai Narasumber

Program Studi Matematika ITERA menggelar Kuliah Umum Metode Numerik pada hari Kamis, 19 September 2024. Kuliah umum diadakan di Gedung E, tepatnya di Ruang Aula pada pukul 13.30 dengan mengundang Prof. Thomas Goetz sebagai narasumber. Prof. Thomas merupakan salah satu dosen terbaik di Mathematical Institute, University of Koblenz, Jerman. Pada gelaran kuliah umum kali ini, beliau membawakan tajuk diskusi “Mathematical Modeling and The Interplay between Numerical Methods and Analytical Techniques in Epidemiology”.

Di awal kuliah, Prof. Thomas memperkenalkan terlebih dahulu institusi asal beliau. Peserta kuliah diberikan informasi bahwa University of Koblenz sendiri merupakan universitas termuda di Jerman dengan kurang lebih 9500 mahasiswa/i yang 10% diantaranya merupakan mahasiswa/i internasional dan 110 profesor serta 1100 staf. Beberapa program magister di tingkat internasional yang ditawarkan di University of Koblenz diantaranya adalah Web & Data Science, Digital Business Management, dan Mathematical Modeling, Simulation & Optimization (MMSO).

Lebih lanjut, Prof. Thomas berbicara terkait pentingnya Pemodelan Matematika dan peranannya dalam bidang Epidemiologi. Dimulai dari filosofi pemodelan dan dilanjutkan dengan penerapan sederhana pada masalah penyebaran Covid-19 di Jerman, Prof. Thomas memberikan penjelasan yang gamblang kepada seluruh peserta kuliah umum yang juga dihadiri oleh beberapa dosen dari Program Studi Matematika ITERA dan Prof. Edy Soewono dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) ITERA.

Pada sesi akhir kuliah umum, peserta yang notabenenya adalah mahasiswa bergantian untuk berpartisipasi dalam sesi tanya jawab bersama Prof. Thomas. Beberapa penanya meminta penjelasan dari Prof. Thomas terkait konsep pemodelan dalam Matematika. Tidak ketinggalan juga dalam sesi tanya jawab terkait salah satu aspek epidemiologi dalam penyebaran Covid-19, Prof. Thomas dan Prof. Edy secara bergantian memberikan jawaban terhadap salah satu pertanyaan peserta.
