Perbandingan Metode Titrasi Asam Basa Bertingkat Secara Visual dan Potensiometri pada Penetapan Kadar Difenhidramina Hidroklorida dalam Campuran Bersama Asam Klorida
Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keakuratan dan presisi metode titrasi asam basa bertingkat secara visual dan potensiometri dalam penetapan kadar difenhidramina hidroklorida yang dicampur dengan asam klorida. Titrasi dilakukan dengan menambahkan larutan NaOH sebagai titran. Untuk metode visual, indikator fenolftalein dan bromtimol biru digunakan untuk mendeteksi titik akhir titrasi. Sedangkan untuk metode potensiometri, elektroda pH digunakan untuk memantau perubahan pH selama titrasi. Sampel dianalisis dalam triplikat untuk setiap metode, dan hasil dibandingkan dengan kadar teoritis yang dihitung berdasarkan massa bahan awal.
Hasil Penelitian Farmasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode potensiometri menghasilkan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode visual, dengan deviasi rata-rata sebesar 1,2% terhadap kadar teoritis. Sebaliknya, metode visual menunjukkan deviasi rata-rata sebesar 3,5%. Metode potensiometri juga lebih presisi, dengan koefisien variasi (CV) sebesar 0,8%, dibandingkan metode visual yang memiliki CV sebesar 2,4%. Namun, metode visual lebih cepat dan tidak memerlukan peralatan khusus, menjadikannya pilihan yang lebih praktis dalam kondisi tertentu.
Diskusi Metode potensiometri unggul dalam mendeteksi titik ekivalen secara lebih akurat karena mengandalkan perubahan potensial elektroda yang dapat mendeteksi perbedaan kecil dalam pH. Sebaliknya, metode visual bergantung pada perubahan warna indikator, yang dapat dipengaruhi oleh subyektivitas pengamat dan intensitas warna larutan. Keunggulan metode visual adalah kesederhanaan dan ketersediaan alat, tetapi hasilnya dapat bervariasi terutama pada campuran kompleks seperti difenhidramina hidroklorida dengan asam klorida.
Implikasi Farmasi Pemilihan metode titrasi yang tepat sangat penting dalam pengendalian kualitas produk farmasi. Metode potensiometri, meskipun memerlukan peralatan tambahan, lebih cocok untuk produk dengan kebutuhan akurasi tinggi, seperti obat dengan indeks terapi sempit. Metode visual tetap relevan untuk analisis rutin dengan kebutuhan akurasi moderat, terutama di laboratorium dengan keterbatasan alat.
Interaksi Obat Penetapan kadar difenhidramina hidroklorida yang akurat sangat penting karena overdosis dapat menyebabkan efek samping serius seperti sedasi berlebihan dan gangguan kardiovaskular. Selain itu, keberadaan asam klorida dalam formulasi dapat memengaruhi stabilitas dan ketersediaan hayati difenhidramina, sehingga analisis yang presisi membantu memastikan keamanan dan efektivitas obat.
Pengaruh Kesehatan Kesalahan dalam penetapan kadar difenhidramina hidroklorida dapat berdampak pada kualitas obat yang dikonsumsi oleh pasien. Jika kadar terlalu rendah, efek terapeutik mungkin tidak tercapai, sedangkan kadar yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko toksisitas. Oleh karena itu, metode analisis yang akurat dan presisi sangat penting untuk melindungi kesehatan pasien.
Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa metode potensiometri lebih unggul dalam akurasi dan presisi dibandingkan metode visual pada penetapan kadar difenhidramina hidroklorida dalam campuran bersama asam klorida. Namun, metode visual tetap memiliki keunggulan dalam hal kesederhanaan dan kecepatan. Pemilihan metode harus mempertimbangkan kebutuhan analisis dan sumber daya yang tersedia untuk memastikan hasil yang andal dalam pengendalian kualitas obat.
